Tips Mencegah Perudungan Siber

Saat ini, perkembangan teknologi kian memudahkan setiap orang di dunia, di mana dapat saling berinteraksi meski tanpa kontak fisik. Namun, tidak selamanya kemajuan tersebut membawa dan menghasilkan dampak yang positif. Pasalnya, kini marak terjadi pelecehan atau perudungan di dunia maya atau cyberbullying. Istilah cyberbullying memang bukanlah hal asing bagi banyak orang. Aktivitas ini dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu dan tempat.

 

Cyberbullying atau perudungan siber merupakan bentuk perundungan berupa mengganggu, mengusik, menyusahkan, bahkan menyakiti yang dilakukan secara verbal melalui internet atau media sosial. Dari segi hukum, perudungan siber adalah kejahatan dalam bentuk cemoohan, kata kasar, pelecehan, dan ujaran bernada ancaman atau hinaan.

Apabila aktivitas perudungan siber dapat dilakukan oleh siapa saja, maka sebenarnya Anda bisa mencegahnya, khususnya hal ini turut wajib diketahui oleh para orangtua.

Pertimbangkan Setiap Unggahan di Media Sosial

Tidak jarang kasus perudungan siber berasal dari korbannya sendiri. Hal ini umumnya terjadi akibat kebiasaan yang tidak mempertimbangkan ketika mengunggah sesuatu, baik foto maupun video. Akibatnya, postingan tersebut mungkin bisa menjadi objek intimidasi bagi sebagian orang. Perlu diketahui, bahwa setiap postingan di media sosial dapat memancing keributan bahkan perundungan. Oleh karenanya, usahakan untuk mempertimbangkan setiap konten yang akan diunggah dan dibagikan di media sosial. Perhatikan apakah postingan tersebut dapat berpotensi menimbulkan intimidasi terhadap diri Anda sendiri atau tidak. Apabila dirasa mampu menimbulkan masalah, ada baiknya untuk menyimpannya sendiri saja.

Atur Privasi di Media Sosial

Pengaturan privasi di media sosial sangat membantu dalam mencegah kasus perudungan siber yang dapat terjadi pada Anda, meski memang tidak ada informasi yang benar-benar bersifat privat. Namun, setidaknya Anda dapat mengatur hal itu sehingga mereka yang ingin mengakses data pribadi Anda dapat lebih tersaring. Contohnya, pada akun Facebook, Anda dapat mengatur siapa saja yang ingin melihat informasi yang ingin diunggah. Sementara itu, Anda juga dapat mengatur akun menjadi privat pada Instagram. Alhasil, Anda dapat mengindar dari orang tidak bertanggung jawab yang ingin melakukan tindakan perudungan siber. Semakin sedikit orang yang dapat melihat akun dan postingan Anda, maka semakin kecil kemungkinan menjadi korban.

Hindari Mengunggah Informasi Pribadi

Informasi pribadi yang Anda unggah pada dunia maya sangat rentan menjadi objek perudungan siber. Pada beberapa kasus mungkin bermanfaat mencantumkan informasi tersebut di media online, akan tetapi sebaiknya hindari hal itu. Misalnya, mencantumkan alamat tinggal, nomor telepon, kata sandi, dan informasi yang bersifat pribadi lainnya. Pasalnya, mengunggah informasi tersebut akan memudahkan orang lain yang berniat jahat untuk menghubungi Anda secara offline usai merudung di dunia maya. Selain itu, sasaran intimidasi tidak hanya berhenti pada si korban, melainkan dapat melebar pada orang-orang terdekat.

Selektif dalam Membahas Topik Tertentu

Beberapa hal sensitif yang dinilai dapat memicu terjadinya perudungan siber adalah agama, jenis kelamin, ras, dan suku. Oleh karenanya, Anda harus bisa lebih selektif ketika membahas atau mengunggah topik tersebut di akun media sosial. Ingatlah bahwa jangkauan internet adalah global, sehingga topik yang Anda bicarakan dapat dilacak secara mudah.

Pikir terlebih dahulu dampak dan ada baiknya memang menghindari pembahasan dengan topik tersebut. Namun, bila memang ingin berkomentar, lakukan secara bijak dan tidak membuat orang lain merasa tersinggung. Tentunya, selain dapat berujung perudungan siber, Anda juga harus belajar untuk lebih menghormati budaya dan keyakinan orang lain.

Jangan Memulai Ujaran Kebencian

Pernah mendengar istilah bahwa apa yang dilakukan terhadap orang lain, maka suatu saat akan berbalik kepada Anda? Karma itu benar-benar ada, apalagi bila sudah berkaitan dengan tindak diskriminasi terhadap orang lain. Oleh karenanya, jangan pernah merudung orang lain baik secara langsung ataupun online. Hal ini termasuk ketika Anda ingin memberikan komentar terhadap postingan orang lain. Pikirkan sebelum berkomentar karena Anda bisa saja menjadi objek serangan orang-orang yang tidak terima dengan komentar tersebut.

Yuk, selalu menjaga ucapan di media sosial agar tidak menjadi korban perudungan siber.

Pencegahan perudungan siber wajib dilakukan sejak anak-anak masih dini. Sebagai orangtua, tentu Anda adalah kunci penting dari pencegahan tersebut. Oleh karenanya, jangan berhenti memberikan edukasi mengenai cara online yang aman, memahami media sosial yang digunakan anak, mengawasi kegiatan online yang dilakukan anak, dan mengajak anak menghadapi perudungan siber. Jangan lupa posisikan diri Anda sebagai teman sehingga anak lebih terbuka terkait apa pun.

 

By: Desy Hartini