Pro dan Kontra membeli properti bersama

Di masa-masa berinvestasi di properti menjadi angan-angan yang makin sulit tercapai, sering kali kreatifitas kita diuji untuk merealisasikan ide ini. Satu cara yang lebih umum adalah membeli properti bersama, atau co-investing. Co-investing itu dimana kamu dan keluarga atau teman-teman memasuki perjanjian kepemilikan properti bersama, yang dikenal juga dengan istilah tenants-in-common. Tipe perjanjian ini memperbolehkan kamu untuk membeli atau berinvestasi di properti dan membangun portfolio aset kamu lebih cepat.

Cara terbaik untuk membeli properti bersama keluarga atau teman-teman adalah dengan menentukan apa yang mau kalian capai sebelum kalian berkomitmen pada apapun.

Perbincangkan semua hal yang mungkin terjadi dan pastikan kalian semua sepakat dengan jangka waktu dan tujuan berinvestasi. Dan pastikan juga kalian semua dilindungi oleh surat-surat perjanjian yang sah secara hukum kalau keadaan kalian berubah di masa depannya.

Co-investing bisa membantu kamu untuk memasuki pasar properti tanpa harus punya deposit penuh. Kalian juga mengurangi biaya-biaya awal untuk membeli properti seperti stamp duty dan biaya pengacara. Biaya-biaya yang berkelanjutan juga akan dibagi rata  terutama jika kalian akan merenovasi, dan untuk mengelola, bunga cicilan, dan pajak.

Apa kerugiannya? Keadaan setiap orang bisa berubah kapan saja, dan tidak semua orang mau berpegangan pada satu properti jangka panjang  walaupun ini adalah salah satu cara paling baik untuk mengumpulkan harta. Kalau kamu, teman kamu, atau anggota keluarga ingin menjual hak milik mereka, ini bisa berdampak pada kepemilikan properti itu sendiri  terutama kalau kamu tidak bisa membeli bagian mereka.

Tanpa surat persetujuan yang sah, kamu bisa saja tidak terlindungi oleh hukum kalau kamu dan partner kamu berselisih. Jangan beranggap kalau kalian akan selalu setuju atau punya tujuan investasi yang sama  walaupun mereka adalah darah daging sendiri atau kerabat dekat. Mereka bisa saja menikah, kehilangan pekerjaan, atau bahkan meninggal , semua skenario ini bisa berdampak buruk pada investasi kamu.

 

KEUNTUNGANNYA

  • LEBIH MUDAH UNTUK MENGUMPULKAN UANG
    Daripada mengumpulkan uang muka bertahun-tahun, membeli properti bersama bisa menurunkan jangka waktu ini ke dalam beberapa bulan saja.
  • KAMU BISA MENGGABUNGKAN KAPASITAS PINJAMAN KALIAN
    Aset, pemasukan, dan komitmen finansial semua pemilik akan dipertimbangkan saat mengkalkulasi kapasitas pinjaman kalian. Ini berarti kalian mungkin bisa meminjam lebih.
  • PENGELUARAN JUGA TERBAGI
    Faktor yang paling memikat adalah berbagi pengeluaran. Semua biaya akan ditanggung oleh semua pemilik. Ini termasuk dengan harga beli, biaya pengacara, stamp duty, dan cicilan serta biaya pemeliharaan.

 

KERUGIANNYA

  • NASIHAT HUKUM ITU WAJIB!
    Sebelum kamu membeli properti bersama, nasihat hukum adalah satu hal yang tidak bisa ditawar. Kegagalan dalam mendapatkan nasihat hukum bisa merugikan kalian kalau situasi tidak sesuai dengan ekspektasi.
  • UANG RENT LEBIH SEDIKIT
    Pemasukan dari properti yang dimiliki bersama akan dibagi, artinya keuntungan bersih ke kamu akan lebih sedikit.
  • PERSELISIHAN
    Hubungan manusia bisa berubah  dan cepat. Faktanya, kebanyakan alasan hubungan menjadi rusak adalah karena perselisihan soal uang atau properti.
  • LEBIH SULIT UNTUK MEMPERLAKUKAN INVESTASI SEBAGAI USAHA
    Akan sangat sulit untuk tetap objektif bila kamu akrab dengan pemilik yang lain. Mengambil resiko untuk menyakiti perasaan orang yang kita sayangi bisa membuat kamu memendam apa yang menurut kamu benar atau apa yang kamu inginkan.
  • CREDIT RATING
    Jika salah satu pemilik tidak sanggup membayar angsuran, credit rating semua pemilik lainnya akan terdampak juga.

 

Pertimbangkan keuntungan dan kerugiannya sebelum kamu komit untuk membeli properti dengan teman-teman atau keluarga, dengan begitu kamu tau apa yang bisa kamu harapkan. Berkonsultasi lah dahulu pada broker, accountant, atau pengacara kalian. Semoga bermanfaat.

 

By: David R. Sutantyo