Pinjaman kredit properti dipersulit lagi: apa dampaknya buat kamu?

Beberapa peminjam sebentar lagi akan merasakan kesulitan untuk mengambil cicilan rumah setelah regulator perbankan Australia mengumumkan uji kemampuan meminjam atau affordability yang lebih ketat untuk kredit rumah. Jadi, siapakah yang akan paling terdampak?

APRA (Australian Prudential Regulation Authority) atau Badan Regulator Perbankan Australia akan meningkatkan nilai bunga buffer minimal untuk menguji kemampuan meminjam dari 2.5% ke 3% dimulai dari akhir Oktober.

Ini berarti bank-bank akan harus menguji apakah peminjam masih mampu membayar angsuran apabila bunga cicilan rumah naik 3% dari nilai bunga saat ini.

APRA memperkirakan kenaikan 0.5% nilai bunga “buffer” akan mengurangi kemampuan untuk peminjam-peminjam umumnya sebesar 5%.

“Buffer ini memberikan jarak aman untuk kenaikan bunga cicilan selama masa pinjaman, dan juga untuk hal-hal yang tidak terduga dengan kondisi pemasukan dan pengeluaran peminjam,” ucap Wayne Byres, ketua APRA dalam suratnya ke bank-bank di Australia.

Mengapa APRA meningkatkan buffer?

Aksi ini bukan secara tiba-tiba. Bendahara federal, Josh Frydenberg, sudah mewanti-wanti standar kredit yang lebih tangguh seminggu sebelum pertemuan dengan dewan keuangan.

Dan ini dikarenakan oleh beberapa faktor.

Pertama, bunga cicilan saat ini adalah yang terrendah yang pernah tercatat, dan kedua, harga rumah rata-rata di Australia sudah menanjak 18% dalam kurun waktu setahun — ini adalah perkembangan tercepat sejak akhir 1980an.

Kombinasi ini telah membuat dewan keuangan sedikit cemas bahwa beberapa pembeli rumah mungkin meminjam lebih dari yang mereka mampu.

Wayne Byres menambahkan bahwa 22% kredit rumah yang disetujui di tiga-bulan Juni kemarin adalah lebih dari enam kali pemasukan tiap tahun peminjamnya. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 16%

Dengan demikian, APRA memutuskan untuk membatasi tingginya tingkat hutang-per-pendapatan, namun yakin bahwa operasi ini akan lebih sulit untuk diluncurkan secara konsisten.

Peminjam manakah yang akan paling terdampak?

Kenaikan buffer bunga cicilan ini ditujukan ke semua peminjam.

Namun demikian, dampak pada investor akan lebih besar daripada pembeli rumah untuk dihuni, menurut APRA.

“Ini dikarenakan, rata-rata investor cenderung meminjam lebih banyak dan sudah memiliki hutang lainnya (yang akan dikenakan buffer juga),” tambah APRA.

Di sisi lain, pembeli rumah pertama lebih cenderung konservatif dikarenakan terbatasnya uang muka yang mereka punyai.

Apa artinya bagi harapan kamu untuk mengambil cicilan rumah?

Kalau kamu cemas dengan pengumuman APRA yang terakhir ini dan bertanya-tanya apakah ini akan mempengaruhi pengajuan cicilan rumah, berkonsultasilah pada broker.

Mortgage / finance broker bisa membantu kamu untuk memfaktorkan kenaikan buffer APRA yang baru ini dan juga mengambil situasi keuangan pribadi kalian dalam perhitungan affordability sehingga kalian bisa fokus untuk mencari rumah idaman saja.

 

By: David R. Sutantyo