Mengapa membangun rumah sekarang menjadi begitu mahal ?

Biaya membangun properti baru saja melonjak dengan kecepatan tertinggi per tahunnya sejak 2005. Jadi, mengapa membangun rumah sekarang menjadi begitu mahal? Kali ini, kita akan meneliti bahan-bahan bangunan mana yang menjadi lebih mahal dan mengapa semua pemilik rumah harus peduli bukan hanya renovator dan pengembang.

“Kakekmu dulu membangun tempat ini dengan kedua tangannya sendiri”, atau begitulah kira-kira kisah ayah kalian dulu. Jadi, kalau kakek bisa membangun dengan palu andalan, beberapa paku, dan sedikit peluh, mengapa di hari ini membangun rumah menjadi begitu mahal? (… dengan mengabaikan kurangnya keterampilan tangan kamu sendiri)

Yahh, untuk pembuka, biaya pembangunan naik 7.3% secara nasional di tahun 2021 saja, yang mana adalah peningkatan dengan kecepatan tertinggi per tahun sejak Maret 2005.

Dan berita kurang bagusnya adalah, perusahaan data pasar properti, CoreLogic, memperkirakan bahwa peningkatan harga bangunan ini akan tetap di atas rata-rata selama beberapa bulan ke depan karena krisis rantai pasokan yang berlangsung.

“Saat ini pekerjaan konstruksi yang sudah disetujui menumpuk tetapi masih belum di kelarkan,” jelas direktur riset CoreLogic, Tim Lawless.

Jadi, bahan-bahan apa saja yang melonjak harganya dan menjadi lebih sulit untuk didapat?

Data menunjukkan bahwa pemicu utama kenaikan harga adalah kayu (terutama kayu fondasi).

Faktanya, di tiga bulan terakhir 2021, harga beberapa kayu impor mencapai harga tertinggi dalam rekor, ucap ahli ekonomi Asosiasi Industri Perumahan, Thomas Devitt.

“Kebanyakan kayu diproduksi secara domestik, tetapi dikarenakan permintaan yang sangat tinggi, layaknya di tahun meledaknya permintaan seperti 2022, kayu lebih banyak didatangkan dari pasar luar negeri,” ucap Mr Devitt.

Area market lainnya juga tetap tidak stabil, dengan semakin mendesaknya kenaikan harga besi.

“Dengan beberapa bahan bangunan seperti produk kayu dan besi dilaporkan dalam pasokan terbatas, ada kemungkinan beberapa proyek perumahan akan tertunda dan melebihi anggaran,” Mr Lawless menambahkan.

Dan dengan izin membangun untuk rumah individual mencapai rekor terkuat di tahun 2021 (dengan 150,000 izin disahkan), permintaan diperkirakan tidak akan surut dalam waktu dekat.

“Meledaknya permintaan ini akan membuat pengembang tetap sibuk tahun ini hingga tahun 2023,” Mr Devitt menambahkan.

Mr Lawless mengatakan “Dengan tingginya kenaikan harga pembangunan di tahun belakangan ini, kita bisa melihat ini bisa menjadi pemicu harga rumah baru yang lebih mahal, harga renovasi yang lebih besar, dan akhirnya mendesak harga inflasi.

Mengapa pemilik rumah saat ini juga harus khawatir

Naiknya harga bangunan akan menambah tantangan keterjangkauan di pasar perumahan yang sudah terbentuk, hal ini mempersulit pemilik rumah saat ini untuk meningkatkan investasi mereka.

Dan kepala Solusi Asuransi CoreLogic, Matthew Walker memperingatkan bahwa kenaikan harga bangunan berarti pemilik rumah dan investor properti harus meninjau kembali polis asuransi mereka.

“Di masa-masa harga rumah dan pembangunan meningkat pesat, kurangnya asuransi bisa menjadi ancaman cukup pesat untuk aset kita yang sangat berharga,” ucap Mr Walker.

Sangat penting bagi pemilik rumah untuk menyimpan catatan seberapa banyak yang mereka asuransikan dan mengecek secara berkala kalau jumlahnya masih cukup jika hal buruk terjadi dengan menggunakan kalkulator penanggung asuransi mereka atau dengan menghubungi mereka langsung.

Bagaimana cara mendapatkan produk cicilan yang tepat untuk proyek pembangunan

Mendapatkan produk cicilan yang tepat untuk proyek konstruksi kadang bisa agak sulit apalagi ketika bahan bangunan menjadi lebih mahal dan pengirimannya tertunda karena kendala pemasokan.

 

Karena itu sangatlah penting untuk bekerja sama dengan mortgage broker yang berpengalaman saat mencari produk cicilan yang tepat untuk proyek pembangunan.Bukan hanya mereka dapat membantu kamu untuk mendapat cicilan dengan bunga rendah, tapi mereka juga bisa membantu kamu mendapatkan produk cicilan yang fleksibel jika ada kemungkinan tak terduga.

 

By: David Ruslie Sutantyo  I  Twelve Grains Capital