Manfaat berkebun untuk kesehatan

Sebagai hobi yang membutuhkan banyak gerak tubuh, berkebun memiliki aneka manfaat kesehatan yang positif.

 

Baik untuk kesehatan jantung

Berkebun merupakan salah satu aktivitas yang membuat kita banyak bergerak. Menyiram tanaman, mengganti tanah, menanam bibit, hingga menyiangi tanaman dapat membakar kalori dan menguatkan jantung kita. Menurut dokter penyakit dalam UNC Health Robert Hutchins, aktivitas fisik yang kita lakukan saat berkebun bisa memberikan beberapa manfaat kardiovaskular.

Selain itu, menurut studi yang dirilis lewat British Journal of Sports Medicine, berkebun 10 hingga 59 menit per minggu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke sebanyak 12%. Sementara itu, orang-orang yang berkebun 2,5 hingga 5 jam per minggu dengan aktivitas fisik moderat dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebanyak 31%.

Mengurangi stres

Berkebun dapat membantu kita memulihkan diri, apalagi jika kita pernah mengalami sesuatu yang membuat stres. Dalam sebuah studi 2011, para peneliti menemukan aktivitas berkebun dapat mempengaruhi hormon stres kortisol dalam tubuh. Berkebun dapat memengaruhi suasana hati seseorang menjadi lebih baik.

Aktivitas berkebun turut membuat kita melewati waktu dengan fokus pada satu hal. Hal inilah yang membuat berkebun dapat membantu kita mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Menurut Hutchins, hal ini juga dapat membantu seseorang yang sedang berjuang melawan penyakit berat. Alih-alih hanya fokus dengan penyakit dan kematian, berkebun membuat seseorang melihat hal-hal dapat tumbuh dan berkembang.

Asupan vitamin D

Berkebun pada pagi atau sore hari bisa memberikan kita asupan vitamin D untuk tubuh. Paparan sinar matahari yang kita dapatkan saat berkebun dapat membantu kita mencapai jumlah vitamin D yang cukup. Peneliti memperkirakan, setengah jam di bawah sinar matahari dapat menghasilkan antara 8.000 dan 50.000 IU vitamin D untuk tubuh.

Dosis vitamin D yang sesuai dapat meningkatkan kadar kalsium, sehingga bermanfaat bagi tulang dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin D juga penting untuk ratusan fungsi tubuh lainnya, termasuk membantu menurunkan risiko kanker dan sklerosis.

Makan lebih sehat

Beberapa di antara kita mungkin memilih untuk menanam tanaman yang dapat dimakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika kita memiliki kebun sayur, herba, atau buah, kita bisa mendapatkan produk segar yang bebas dari pestisida. Kita juga jadi terdorong untuk makan lebih sehat, karena hasil dari kebun lebih segar daripada membeli produk dari supermarket.

Memiliki kebun sayur-sayuran sendiri dapat menjadi cara untuk memerangi ketidaksetaraan dalam sistem pangan. Kita turut berjuang untuk memperbaiki siklus dalam sistem pangan, dengan menumbuhkan makanan milik kita sendiri.

Meningkatkan kualitas tidur

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), berkebun adalah salah satu bentuk olahraga. Aktivitas seperti menyapu, memotong rumput, menyekop, menggali, hingga memotong kayu merupakan kategori olahraga ringan hingga berat. Sama halnya seperti olahraga, berkebun juga dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang.

Studi telah menemukan, aktivitas fisik bekerja di kebun dapat membantu mengimbangi penambahan berat badan dan tidur nyenyak selama 7 jam di malam hari. Studi dari Perelman Scool of Medicine di University of Pennsylvania (2015) menyebutkan, mereka yang berkebun memiliki sedikit kasus kurang tidur, sama halnya seperti orang-orang yang rutin berjalan kaki, senam, bersepeda, golf, hingga lari.

Meningkatkan fungsi kognitif otak

Dalam artikel ilmiah yang diterbitkan International Journal of Environmental Research and Public Health (2019), para peneliti di Korea membuktikan kegiatan berkebun dapat memacu pertumbuhan saraf yang berhubungan dengan memori otak kita. Faktanya, penderita demensia di Belanda dan Norwegia sering berpartisipasi dalam program Greencare yang berkaitan dengan pertanian dan berkebun.

Terapi pemulihan dari kecanduan

Berkebun telah menjadi bagian dari aneka program pemulihan kecanduan. Menurut penelitian yang dilakukan Pétra Berger (2017), tanaman memicu perasaan positif pada mereka yang sedang memulihkan diri dari kecanduan alkohol. Berkebun juga menjadi alat rehabilitasi yang cukup efektif.

Pada kasus lain, orang-orang yang mengikuti program rehabilitasi kecanduan diberi kesempatan untuk berpartisipasi mengikuti pemulihan alami. Mereka diizinkan untuk memilih seni atau berkebun sebagai terapi alami mereka. Orang-orang yang memilih berkebun dan menyelesaikan program rehabilitasi melaporkan pengalaman yang lebih memuaskan daripada mereka yang memilih seni.

 

By: Ika