Kebiasaan buruk dalam mengatur keuangan

Berbelanja secara impulsive, tidak memperhitungkan pengeluaran, hingga menunda investasi, semua akan menjauhkan kita dari kebebasan finansial. Hindari selagi belum terlambat.

Setiap bulannya, kita mendapatkan penghasilan dalam jumlah tertentu dan perlu mengaturnya supaya seimbang hingga akhir bulan. Namun, terkadang sebagian dari kita tidak mementingkan hal ini. Beberapa di antara kita mungkin masih melakukan kebiasaan finansial buruk. Hal ini dapat berujung pada sulitnya mendapatkan kebebasan finansial. Masih banyak yang berpikiran bahwa kebebasan finansial adalah kondisi ketika tidak ada hutang yang harus dibayarkan. Padahal, kebebasan finansial terjadi saat kita tidak harus menggunakan pendapatan aktif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk mencapai kondisi ini, kita harus menghindari kebiasaan buruk finansial terlebih dulu.

Pengeluaran lebih besar dari pemasukan

Kebiasaan finansial paling buruk adalah besar pasak daripada tiang, yang artinya pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Tagihan hutang dan kartu kredit yang membengkak akan menjadi hal yang mesti dihadapi setiap bulannya. Dalam kondisi seperti ini, kita tidak akan bisa mendapatkan kebebasan finansial dalam waktu dekat. Perencanaan investasi pun hanya jadi mimpi belaka.

Buatlah pos-pos keuangan yang disesuaikan dengan besaran gaji kita. Membuat anggaran setiap bulannya akan sangat membantu. Setidaknya, sisihkan 30 persen dari tabungan kita untuk menabung atau persiapan biaya tak terduga. Menghabiskan gaji atau menggunakan kredit yang lebih besar dari penghasilan hanya akan membuat keuangan kita jalan di tempat.

Berbelanja dengan impulsif

Tidak ada larangan untuk berbelanja barang-barang yang kita inginkan, apalagi jika budget masih memungkinkan. Namun, jika kita selalu membeli barang yang kelihatannya menarik, berbelanja bukan lagi hal yang sehat. Berbelanja hanya dengan mengikuti kata hati dan tidak memikirkan konsekuensi kedepannya seperti ini disebut dengan impulsive buying. Kebiasaan ini bisa membuat anggaran keuangan kita tidak teratur.

Sebelum kita ingin berbelanja, pikirkanlah terlebih dulu apakah kita memang membutuhkannya atau hanya keinginan belaka. Setelah itu, pikirkan pula apakah kita bisa membayarnya secara tunai atau kredit. Kalau kita menggunakan kartu kredit, apakah kita bisa membayarnya kelak? Intinya, kita perlu mempertimbangkan terlebih dulu jika ingin membeli sesuatu. Jika diperlukan, kita bisa menabung dulu untuk membeli barang yang diinginkan.

Tidak bijak menggunakan kartu kredit

Kartu kredit dapat menjadi salah satu instrumen pembayaran yang sehat, dengan catatan kita sanggup membayarnya setiap bulan. Sebaliknya, jika kita terlalu mengandalkan kartu kredit, namun tidak mampu membayar, hal ini bisa menjadi masalah. Terlalu banyak tagihan kartu kredit akan membuat kita sulit menghemat dari uang gaji. Semua uang kita akan habis digunakan untuk membayar hutang dan pengeluaran rutin bulanan.

Kepemilikan kartu kredit juga bisa mengarah pada impulsive buying, terutama jika kita tidak bisa memperhitungkan cara menggunakannya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada kita, alihkan metode pembayaran pada kartu debit atau uang tunai. Perhitungkan juga prioritas, gunakan pembayaran dengan kartu kredit hanya jika saat mendesak atau benar-benar penting.

Telat membayar tagihan

Setiap bulannya, ada beragam tagihan yang harus kita bayar dan mungkin tanggalnya berbeda-beda. Pastikan kita selalu membayarnya tepat waktu. Keterlambatan pembayaran tagihan seperti air, listrik, internet, atau biaya sewa, bisa membuat kita terkena denda atau sanksi lainnya. Selain itu, hal ini juga bisa menjadi salah satu faktor penting ketika kita ingin mengajukan pinjaman rumah atau bisnis di kemudian hari.

Untuk menghindari keterlambatan, gunakan metode pembayaran otomatis untuk tagihan-tagihan ini. Kalaupun tidak, kita bisa membuat pengingat pada aplikasi kalender setiap bulannya. Selain biaya bulanan, jangan lupa untuk beberapa jenis pajak yang harus dibayar tahunan atau beberapa tahun sekali.

Menunda investasi atau tabungan

Menabung dan berinvestasi adalah dua hal yang bisa membantu kita meraih kebebasan finansial. Tabungan bisa menjadi simpanan dana darurat jika kita membutuhkannya. Kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan uang dalam jumlah besar untuk kejadian tak terduga. Selain itu, kita juga bisa mulai menabung untuk hal-hal yang lebih spesifik, seperti tabungan pensiun, biaya membangun atau membeli rumah, atau tabungan pendidikan anak.

Selain menabung, investasi juga tak kalah pentingnya. Berinvestasi bisa membantu kita menambah penghasilan, karena uang akan terus diputar dan jumlahnya meningkat dari waktu ke waktu. Mulailah dari investasi yang kecil dan bersumber dari pendapatan gaji kita. Dengan melakukannya secara bertahap, kita bisa menjaga keuangan tetap stabil dari waktu ke waktu.

 

By: Ika