Investasi emas, saham atau kripto ?

Emas, kripto, dan saham, ketiganya memiliki prospek investasi tersendiri. Kenali keunggulan dan kekurangan masing-masing untuk menentukan pilihan yang tepat.

Kripto

Mata uang kripto atau cryptocurrency adalah mata uang digital yang hanya ada di dunia maya. Selain Bitcoin, mata uang kripto lainnya yang tak kalah populer adalah Ethereum, XRP, Litecoin, BNB, Solana, Shiba Inu, dan sebagainya. Investasi kripto, terutama Bitcoin diperkenalkan Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Kripto digunakan untuk berbagai transaksi, seperti pembelian jasa game dan lainnya. Hingga saat ini, jual beli Bitcoin makin marak dan populer hingga muncul uang kripto lainnya.

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, mata uang kripto tidak bisa dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Dalam artian, kripto tidak bisa digunakan untuk membeli barang dan jasa. Meskipun demikian, perdagangan mata uang kripto sudah dinyatakan legal oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditas. Aset kripto dikategorikan sebagai komoditas, sama seperti karet, teh, kopi, dan lainnya.

Pengamat pasar modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy mengatakan bahwa semenjak kripto berhasil mengalami reli tajam, maka banyak investor yang menyebutkan bahwa kripto memiliki sifat seperti logam kuning sehingga kripto dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar tersebut dijuluki sebagai emas versi digital. Di sisi lain, anggapan ini belum sepenuhnya benar, karena nilai kripto masih mengacu pada supply demand di pasar.

Saham

Investasi saham adalah kegiatan penanaman modal berupa pembelian saham (surat berharga) perusahaan. Jadi dengan membeli saham perusahaan, kita bisa menjadi pemilik perusahaan tersebut. Perusahaan yang sahamnya dibeli melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah perusahaan tercatat atau emiten. Emiten sendiri artinya perusahaan memang menjual sahamnya ke publik. Setiap emiten punya kode saham masing-masing yang selalu terdiri dari empat huruf.

BEI fungsinya seperti mal yang menyediakan tempat bagi para pelaku saham untuk bertransaksi, jual beli setiap saham atau efek yang mereka miliki. Saham merupakan salah satu produk pasar modal dan instrumen investasi jangka panjang. Jika kita ingin melakukan investasi saham, kita harus membuka rekening di perusahaan efek. Setelah itu, kita dapat membeli saham lewat pasar perdana (IPO) ataupun di pasar sekunder, milik investor lain.

Berbeda dengan aset kripto yang akan kehilangan nilai ketika sudah tidak ada peminat, saham akan tetap bernilai. Kita tetap menjadi pemilik perusahaan yang sahamnya kita miliki. Kita bisa mendapat dividen jika perusahaan untung dan memperoleh capital gain jika harga saham naik. Namun, kita juga bisa terkena capital loss karena harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Selain itu, jika perusahaan bangkrut dan tidak memperoleh keuntungan lagi, saham kita bisa terkena likuidasi.

Emas

Logam mulia satu ini menjadi salah satu opsi dalam berinvestasi, karena emas merupakan investasi lindung nilai (hedging). Daya tarik emas sendiri tergantung pada kondisi ekonomi yang ada, mengingat emas memiliki fungsi lindung nilai. Emas banyak dipilih untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi, seperti yang terjadi saat pandemik terjadi. Nilai emas sendiri memang banyak didominasi dari kondisi makro ekonomi.

Secara keamanan, emas jauh relatif lebih aman dibandingkan kripto dan saham. Ketika ekonomi sedang terguncang, harga emas batangan bisa saja naik atau cenderung stabil. Secara jangka pendek, kita dapat melakukan investasi ke dalam logam mulia atau emas perhiasaan, terutama ketika sedang memiliki dana menganggur. Di sisi lain, tren kenaikan di pasar emas cenderung berjangka pendek ketika dipengaruhi situasi geopolitik, semisal perang Ukraina-Rusia.

Perbandingan ketiganya

Saham dan kripto sama-sama memiliki risiko tinggi dan menjanjikan keuntungan besar. Namun, berbeda dengan investasi kripto, investasi saham jauh lebih pasti. Kita bisa melakukan analisis fundamental mengacu pada pendekatan kondisi politik, ekonomi, dan tren usaha. Selain itu, kita juga dapat melakukan analisis teknikal. Kita dapat menggunakan pergerakan pendekatan saham pada rentang waktu tertentu, termasuk harga, fluktuasi, dan informasi titik tertinggi serta terendah dari saham.

Emas dapat dikatakan sebagai lindung nilai karena bergerak, mempunyai korelasi negatif dengan saham. Di sisi lain, kripto sepenuhnya ada di tangan spekulan yang memenuhi supply demand di pasar. Kepada CNBC, pengamat pasar modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy mengatakan, saat ini ada banyak momentum perdagangan yang menguntungkan bagi emas saat ini. Emas memiliki sifat investasi yang jauh lebih baik dalam beberapa kasus dibandingkan dengan kripto.

 

By: Ika