DAMPAK BURUK DEBAT KUSIR DAN CARA MENGHINDARINYA

Sebagai manusia, masing-masing dari Anda tentu dituntut untuk saling berkomunikasi dan bersosialisasi dengan manusia lain karena sifatnya yang saling membutuhkan. Sosialisasi dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun tanpa ada hambatan apa pun. Hal itu dapat dilakukan dengan saling berbicara satu sama lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun, sulit dipungkiri bahwa perbedaan pendapat satu sama lain dapat saja terjadi. Akhirnya, dari perbedaan pendapat itulah muncul sebuah perdebatan.

 

Tidak semua perdebatan itu bersifat buruk, tergantung siapa lawan debatnya. Namun, ada satu jenis perdebatan yang alangkah baiknya dihindari, yakni debat kusir. Pasalnya, debat kusir merupakan debat yang tidak disertakan alasan yang masuk akal atau logis. Dapat dikatakan bahwa debat kusir adalah debat yang tidak berguna karena tidak menghasilkan kesimpulan akhir. Jenis debat seperti ini hanyalah nafsu untuk memenangkan argumen saja. Oleh karena itu, berusahalah untuk menghindari debat kusir karena ada banyak dampak buruk bagi kehidupan Anda. Buletin Indo telah merangkum lima dampak buruk dari debat kusir berikut ini!

Hanya Membuang Waktu

Salah satu hal yang paling dirugikan ketika Anda melakukan perdebatan panjang tanpa tujuan yang jelas adalah masalah waktu. Bila debat menghasilkan kesimpulan yang berarti, tentu waktu yang terbuang tidaklah sia-sia. Sebaliknya, bila debat kusir tidak membawa manfaat bagi kedua belah pihak atau lebih, justru waktu yang terbuang untuk debat menjadi sia-sia. Umumnya, debat kusir pun berlangsung lama karena tidak ada ujung pangkalnya yang menghasilkan kesimpulan. Perdebatan pun akan berhenti ketika salah satu pihak merasa bahwa debat tidak akan selesai dan akhirnya memilih mengalah. Oleh karenanya, tetaplah ingat bahwa waktu adalah uang. Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Ketika sudah tahu kalau debat tak berujung, ada baiknya lebih memilih untuk menggunakan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat.

Terlihat Bodoh

Apabila Anda berdebat tanpa adanya kesimpulan atau tujuan yang pasti, maka hal itu akan membuat Anda terlihat bodoh di hadapan lawan bicara. Pasalnya, Anda lebih mengutamakan kemenangan diri sendiri sehingga hanya menyampaikan perkataan atau ucapan yang akhirnya tidak berbobot. Ketika debat kusir terjadi di depan banyak orang, mereka akan menganggap Anda memenangkan debat tersebut karena suara yang keras. Padahal kenyataannya, hasil dari perdebatan adalah materi yang disampaikan, bukan siapa yang lebih lantang bersuara.

Semakin Terbawa Emosi

Fakta menjelaskan bahwa nyatanya debat kusir lebih menguras emosi dibanding dengan debat yang sehat. Pasalnya, debat kusir dipicu oleh fanatisme terhadap sebuah pendapat masing-masing yang diyakini kebenarannya. Alhasil, mereka yang berdebat akan terus mempertahankan kebenaran masing-masing bagaimana pun caranya. Semakin lama debat kusir berlangsung, emosi kedua belah pihak kian terpancing. Hal ini pun dapat membuat debat justru tidak terarah. Karena terpancing emosi, tidak jarang debat kusir mampu merusak mood atau suasana hati. Walaupun debat telah berakhir, mereka yang terlibat perdebatan akan tetap penasaran. Akibatnya, aktivitas menjadi tidak menyenangkan karena pikiran yang sulit terlepas dari debat tersebut.

Timbul Permasalahan Baru

Berdebat dengan bermodalkan banyak bicara tanpa adanya ilmu atau pengetahuan yang memadai justru hanya memunculkan masalah baru di hidup Anda. Hal ini terjadi karena pada saat Anda melakukan debat kusir, pasti ada orang-orang di sekitar yang sakit hati terhadap pertanyaan atau pernyataan yang bersifat menyudutkan saja. Alhasil, masalah baru yang muncul adalah dijauhi oleh orang-orang terdekat karena sifat keras Anda tersebut. Oleh karenanya, ketika ada seseorang yang mengajak debat kusir, maka menghindarlah dan mencari solusi lain untuk menyelesaikan masalah. Dengan demikian, masalah tersebut tidak akan semakin keruh.

Memicu Permusuhan

Setiap perdebatan, apalagi yang berlarut-larut hingga tidak ada kesimpulan dapat memicu permusuhan antar kedua belah pihak. Padahal, bila diselesaikan dengan kepala dingin tanpa menimbulkan masalah baru justru dapat berakhir tanpa menjadi permusuhan. Pasalnya, selama debat kusir, pasti akan banyak ucapan menyakitkan yang keluar karena emosi yang tidak stabil. Dengan demikian, bila lawan bicaranya adalah orang terdekat, Anda justru hanya akan kehilangan mereka yang sangat berarti.

Lalu kapan biasanya Anda akan berhadapan dengan hal ini? Jawabannya adalah bisa kapan dan dimana saja dengan siapa saja. Pasalnya, dengan anakpun, orang tua bisa mengalami debat ini dengan anak. Bahkan dengan kerabat kerja atau teman sekalipun. Namun biasanya, debat kusir ini kerapkali ditemukan di banyaknya laman media sosial, dimana berpendapat itu merupakan kebebasan di sana.

Lantas, bagaimana cara menghindari debat kusir? Terpenting adalah Anda harus lebih kompeten dalam memahami apa yang ingin diperdebatkan, segera tinggalkan perdebatan jika dirasa sudah melenceng dari topik. Selain itu, perlu diingat bahwa waktu adalah sesuatu paling berharga sehingga terus tanam dalam diri bahwa ada banyak hal lebih penting daripada berdebat kusir.

 

By: Olivia