Yura Yunita ~ Bangkit dan Merakit di Titik Terendah

Nama Yura Yunita kian melejit di industri musik Tanah Air, terlebih setelah ia berkolaborasi dengan musisi internasional papan atas, David Foster. Mojang Bandung ini membuka konser “Hitman: David Foster and Friends” di Colomadu, Jawa Tengah pada tahun lalu. Lagu-lagunya pun mulai dikenal para penikmat musik di luar negeri.

Namun, kesuksesan yang diraih Yura tak sesederhana itu. Ia bahkan pernah berada di titik terendah dan momen yang sangat berat. Yura akhirnya bangkit dan mencoba merakit mimpi yang selama ini ia impikan.

Kabarnya dalam waktu dekat ini kamu akan manggung di Australia, kapan?

Halo.. iyaa senang sekali September ini aku akan kembali ke Melbourne untuk perform membawakan lagu-lagu yang ada di album kedua, “Album Merakit” di Soundsekerta 28 September 2019. Acara ini merupakan hajatan dari PPIA Monash University Melbourne.

Apa saja persiapan yang kamu lakukan agar tampil maksimal, dan berapa lagu yang akan kamu nyanyikan?

Menyiapkan aransemen musik dan special dance. Untuk teman-teman di Melbourne, akan membawakan lagu berbahasa daerah agar bisa mengobati rindu. Juga sebagai anak muda, tidak lupa dari mana kita berasal. Aku akan membawakan kurang lebih sembilan lagu dari “Album Merakit”.

Bicara soal manggung, ceritakan apa pengalaman manggung yang paling seru atau berkesan bagi kamu?

Hampir semua panggung selalu seru. Panggung yang paling berkesan adalah Konser Yura Merakit Bandung & Jakarta. Itu adalah konser yang aku bikin dengan timku sendiri. Konser dari perilisan “Album Merakit”, juga konser persembahan dan bentuk terimakasih dan apresiasi tinggi untuk teman-teman yayasan tuna netra yang sudah mengubah hidup dan jadi inspirasi aku untuk bisa bangkit merakit mimpi.

Sedikit cerita tentang behind the song terciptanya lagu dan Album Merakit.

Pernah enggak sih kamu berada di titik terendah dalam hidupmu?

Pasti, semua orang pernah ada di fase terburuk dalam hidupnya. Aku mengalaminya tiga tahun lalu Aku pernah merasa ruangku dibatasi, merasa langkahku/karyaku sengaja dihalang-halangi. Momen yang sangat berat dan sangat complicated. Aku pernah diskusi juga dengan salah satu musisi living legend di Indonesia.

Sampai akhirnya, bulan puasa tahun lalu terjadi pertemuan sederhana yang mengubah hidupku dan tak akan pernah aku lupa. Kala itu aku bernyanyi di Yayasan Tuna Netra Wiyata Guna Bandung. Itu menjadi pertama kalinya aku bersentuhan dengan teman-teman disabilitas. Sempet deg-degan juga gimana ya aku mesti nyanyi di depan semua teman-teman yang enggak melihat aku.

Kadang-kadang penonton tuh enggak pernah tau sebenernya apa sih yang lagi dirasakan oleh performer saat manggung. Nah, saat itu aku ada di titik terendah. Tapi show must go on dan aku pun bernyanyi di sana. Di hari itu, aku kaget melihat mereka antusias menyanyikan lagu-laguku. Lalu, aku punya feeling untuk kasih mic ke salah satu anak, namanya Delia.

Dia nyanyi laguku berawal dari tatapan yang sangat indah. Lalu ada kalimat sederhana dari salah satu teman di sana, “Aku ingin jadi penyanyi seperti kak Yura, sesederhana ingin membuat kedua orangtuanya bangga dan bisa bikin banyak orang senang seperti kak Yura, bikin kita senang hari ini”.

Sederhana, kalimat yang mungkin dia rasa sederhana. Tapi untuk aku, mendengar itu saat ada di titik terendah, benar-benar jadi penguat. Mereka memberi spirit dan energi yang luar biasa besar untuk aku terus semangat melanjutkan merakit album kedua. Dari mereka aku belajar. Jangan sampai keterbatasan halangi apapun untuk kita bisa merakit mimpi kita.

Suara choir lagu Merakit di Album Yura Merakit ini diisi dan direkam oleh suara mereka. Terimakasih tak terhingga untuk Delia, Mia, Elias, dan Aris, kalian sangat menginspirasi. Kalian sudah menjadi penguat, pemberi energi besar, semangat untuk kita terus merakit karya, merakit mimpi.

Punya bayangan enggak, akan seperti apa sih konser tunggal impian kamu ke depannya?

Konser theater drama musikal yang juga melibatkan lebih banyak lagi teman disabilitas. Karena banyak sekali dari mereka yang punya potensi luar biasa besar, namun belum ada kesempatan dan ruang ekspresi yang lebih luas. Aku ingin sekali membuat ruang panggung untuk mereka.

Kebanyakan lirik dari single kamu berdasarkan kisah pribadi. Ada alasan tertentu?

Aku seorang perempuan gemini, yang lebih nyaman menyampaikan apa yang aku rasakan pada sebuah tulisan dan nada yang kucipta dalam lagu. Jadi, hampir 90 persen kisah yang ada di album adalah kisah yang benar-benar aku alami.

Siapa saja musisi yang terlibat dalam album kedua tersebut?

Apa alasan memilih mereka?

Karena album sangat personal, jadi aku dibantu oleh sabahat-sahabat yang sangat mengenal aku luar dalam. Ada Tulus, Donne Maula, Ari Renaldi, dan Yovie Widianto.

Kabarnya kamu akan menambah tiga lagu baru dalam album kemasan ulang ‘Merakit Deluxe Album’.   Bisa bocorkan sedikit tentang single tersebut?

Iya benar sekali. Tiga di antaranya ‘Cinta dan Rahasia’ ( Orchestral Version) berkolaborasi dengan team string section dari Budapest, ‘Get Along With You’ (Studio Live Version), dan ‘Get Along With You’ (Piano Version).