TEMU LAWAK 2019 ~ TANGIH AMAK

Lagi-lagi Temu Lawak berhasil menyajikan penampilan megah yang membuat penonton tidak hanya tertawa ria namun juga terharu. Tangih Amak yang berarti ‘tangisan ibu’ dalam Bahasa Padang menghidupkan kembali legenda Malin Kundang yang tentunya tidak asing bagi kita.

Temu Lawak (Teater Muda Langkah Awal Merdeka) kembali dihadirkan oleh PPIA Victoria sebagai kesempatan bagi kita kaum Indonesia di Melbourne, terutama para mahasiswa Indonesia, untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia bersama-sama. Temu Lawak tahun ini teramat spesial karena bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2019, Hari Kemerdekaan kita.

Temu Lawak 2019 yang diadakan di Athenaeum Theatre ini dihadiri oleh sekitar 840 penonton. Bahkan sebelum open gate pada jam 3 sore dimulai, sudah terlihat antrian besar sepanjang Collins Street. Sebagian besar penonton terdiri dari mahasiswa yang datang untuk mendukung teman mereka yang tampil.

Temu Lawak tahun ini dibuka dengan beberapa kata sambutan dari ketua PPIA Vic, kepala acara Temu Lawak 2019, serta Ibu Spica Tutuhatunewa sebagai perwakilan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Sebelum pentas berlangsung, mata dan telinga para penonton dahulu dimanjakan dengan tarian tradisional yang mempesona dari Bhineka dan beberapa lagu yang dibawakan oleh Indra Sadewo dengan paduan permainan gitar serta suara merdunya.

Tangih Amak dimulai dengan kehidupan sederhana Rizal dan Amak (ibu) di Minang. Rizal, diperankan oleh Daffa Wardhana, mendapatkan beasiswa ke Melbourne untuk kuliah. Setibanya di Melbourne, takdir mempertemukan Rizal dengan Ratna, diperankan oleh Anindita Amara. Ratna dan Rizal pun saling jatuh hati dan menjalin hubungan asmara yang berujung ke pelaminan.

Rizal kini sudah bisa dibilang sukses, baik dari segi karir maupun percintaan. Akan tetapi, Rizal malah menyangkal keberadaan Amak, padahal ibunyalah yang mendukung Rizal untuk ke Melbourne. Pada akhirnya Rizal sadar dan ingin bertobat, namun Amak sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Temu Lawak 2019 berakhir dengan menanamkan rasa kepedihan di hati para penonton. Kembali lagi kita diingatkan, terutama para mahasiswa di Melbourne, bahwa seringkali kita menganggap kesuksesan adalah hasil darah dan peluh kita sendiri. Padahal keberhasilan dalam bentuk apapun mustahil untuk diraih tanpa dukungan materi dan ajaran orang tua. Bagaimanapun juga mereka adalah orang tua kita yang senantiasa mengasihi dan mendoakan yang terbaik untuk kita kapan pun dan di mana pun mereka berada. Temu Lawak 2019 yang lucu dan membawa haru pastinya akan terus melekat di hati para penonton, para komite, dan juga para pemeran.

Tentunya Temu Lawak 2019 tidak akan terwujud tanpa bantuan dari sponsor dan media partner yang bersedia membantu kami. Terima kasih untuk sponsor kami: RACC, VELOCITY, ANCOPINDO, AYAM PENYET RIA, AMORE FLORIST, SOSRO, HAKATA GENSUKE CARLTON, TRAVELOKA XPERIENCE, KOSKOSAN.COM dan juga terima kasih untuk sponsor utama Temu Lawak 2019: HASNUR GROUP, HASNUR CENTRE, dan PS BARITO PUTERA.

Terima kasih juga untuk media partner Temu Lawak 2019: BULETIN INDO, BUSET, dan OZIP.