Fajar Kristiono > Berkarya Lewat Komposisi dan Emosi

Fajar Kristiono adalah seorang fotografer profesional yang dikenal kerap mengabadikan karya fotografi portrait, wedding atau prewedding dengan hasil yang dramatis dan mengesankan. Belakangan ini fotografer yang berbasis di Bogor, Jawa Barat tersebut sering tampil sebagai pembicara di sejumlah workshop fotografi. Terbaru, Fajar menjadi pembicara di Workshop Marathon pada gelaran pameran fotografi Doss Vaganza, Maret 2019 di Jakarta.

FAJAR1

Karya-karyanya yang apik membuat salah satu merek kamera global, Sony, menggaet Fajar. Ia pun didapuk sebagai Sony Alpha Professional Photographer oleh vendor kamera asal Jepang tersebut. Bagaimana Fajar memulai karirnya hingga menjadi fotografer profesional kenamaan seperti sekarang ini? Dan apa saja teknik yang ia terapkan untuk menelurkan karya fotografi yang apik? Simak keseruan wawancara Buletin Indo bersama Fajar Kristiono berikut ini.

Sejak kapan Anda mulai jatuh cinta pada dunia fotografi ?

Kecintaan pada dunia fotografi sudah sejak kuliah S1 di Universitas Trisakti. Pada waktu itu saya sama sekali belum mendalami ilmu fotografi, namun sangat suka dengan karya-karya fotografi yang sering dipamerkan pada banyak even di kampus saya.

Bagaimana Anda mempelajari teknik-teknik fotografi ? Otodidak atau sekolah fotografi ?

Belajar fotografi mulai tahun 2009, dan saat itu langsung membeli kamera dan lensa kit. Saya pun belajar secara otodidak.

Anda dikenal sebagai fotografer wedding dan model. Apa yang membuat Anda memilih industri ini ?

Saya menyukai hobi yang kemudian menghasilkan income di prewedding, wedding, dan model/portrait photographer. Ya, saya sangat suka meng-capture foto portrait, senang dengan momen yang saya bisa capture dan abadikan. Saya pun bangga mengetahui karya saya bisa dinikmati dan menjadi bagian dari momentum penting kehidupan orang.

FAJAR4

Apa saja yang diperlukan saat memotret wedding atau model, selain alat fotografi yang mumpuni ?

Yang dibutuhkan selain gear adalah pertama mental untuk mengabadikan momen tersebut bukan hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian dari momen itu sendiri. Kedua, adalah tim yang solid dan bisa sama-sama punya semangat untuk menciptakan, bukan hanya sebuah foto saja tetapi juga karya fotografi yang memiliki nilai.

Apa saja perbedaannya dengan fotografi lain ?

Portrait photography memiliki perbedaan menonjol dibanding jenis fotografi lain, terutama bagaimana ketepatan dalam mendapatkan momen yang digabungkan dengan komposisi untuk memperoleh mood sempurna.

Banyak fotografer yang bergelut di industri ini. Apa saja tantangannya ?

Tantangannya cukup banyak. Terpenting kita harus terus berkembang dan beradaptasi seiring dengan kecepatan perkembangan fotografi itu sendiri dan juga pesatnya perkembangan teknologi di dunia fotografi.

FAJAR2

Seperti apa definisi foto yang bagus menurut Anda ?

Foto yang bagus adalah foto yang bisa memuaskan bukan hanya klien, tetapi juga diri kita sendiri. Memenuhi kebutuhan klien adalah hal terpenting, tetapi juga bisa mengekspresikan idealiltas di dalam setiap karya yang kita lahirkan.

Saat memotret orang atau model, apa saja pendekatan yang Anda lakukan ?

Untuk prewedding dan wedding shoot yang sebagian besar kliennya adalah orang biasa yang bukan model dan bahkan banyak canggung di depan kamera, pendekatan dengan menjadi teman mereka menjadi sangat penting. Dengan demikian, mereka bisa merasa lebih nyaman ketika berhadapan dengan kita pada saat sesi pemotretan. Kematangan teknis juga sangat dibutuhkan, karena momen berjalan sangat cepat. Jadi. belajar terus menerus sangat penting sehingga hal teknis bukan lagi issue saat dihadapkan pada sesi pemotretan

Pesan apa yang ingin disampaikan melalui karya foto Anda ?

Karya yang bagus bukan hanya melibatkan komposisi dan kematangan teknis dengan eksposur yang tepat, tetapi juga mood dan emosi yang kuat yang kita bisa masukkan di dalamnya.

Instagram @fajarkristiono

FAJAR5