IFF-FEB19-S

23 MARCH – 10 APRIL 2019

INDONESIAN FILM FESTIVAL YANG KE 14

BY : PPIA UniMelb

IG : iffaustralia

IFF-FEB19

Indonesian Film Festival (IFF) akan kembali hadir di kota Melbourne pada bulan April 2019!

Main screening akan berlangsung dari tanggal 5 hingga 10 April 2019 di ACMI.

Berikut adalah sinopsis dari film-film yang akan ditayangkan :

Foxtrot Six

Ber-setting di dunia masa depan, Foxtrot Six menceritakan keadaan bumi kita yang telah rusak oleh perubahan iklim. Drastisnya penurunan jumlah tumbuh-tumbuhan menyebabkan harga makanan naik dan menggantikan minyak sebagai aset terpenting dunia. Indonesia lalu dinobatkan menjadi negara adikuasa ekonomi berikutnya karena memiliki jumlah lahan subur yang signifikan. Sampai suatu  hari, pemerintah Indonesia dibajak oleh sebuah partai politik kejam yang terkenal sebagai PIRANAS.

Dibalik masalah tersebut, datanglah Angga Saputra, seorang mantan marinir yang telah tertipu untuk bergabung dengan PIRANAS. Dia akhirnya keluar setelah menemukan bahwa mereka telah berbohong kepadanya dan rela mengorbankan rakyatnya sendiri untuk mengeksporkan produk-produk ke tempat lain.

Dengan bantuan empat rekan mantan marinirnya, mereka hanya mempunyai tiga hari untuk bekerja sama menyelamatkan Indonesia dan rakyatnya dari serangan partai pemberontak yang kejam tersebut, atau mati saat mencoba.

Jangan lupa datang dan tonton film aksi berkualitas Hollywood ini pada tanggal 5 April 2019 di ACMI, Federation Square.

Keluarga Cemara

Berdasarkan adaptasi dari serial televisi populer ’90 karya Arswendo Atmowiloto yang mempunyai judul sama, Keluarga Cemara mengisahkan kehidupan sederhana keluarga Abah. Keluarga ini mengalami cobaan yang tak terduga ketika properti mereka disita karena ditipu oleh salah satu anggota keluarga besar mereka sendiri.

Dalam ketakutan untuk menjalani hidup dalam kemiskinan, Abah dan keluarganya pindah ke sebuah desa di Bogor. Disinilah mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan baru dan mengalami segala macam ketidaknyamanan yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Masalah mulai muncul ketika Abah harus menjaga emak dan keluarganya sendiri dalam keadaan yang dapat merusak kepercayaan mereka bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga.

Saksikan film keluarga yang inspiratif ini di Indonesian Film Festival ke-14 pada 6 April 2019.

Night Bus

Night Bus adalah sebuah film thriller yang mengisahkan sebuah perjalanan sebuah bus menuju Sampar, sebuah kota yang penuh dengan sumber daya alam tapi hancur akibat konflik separatis selama puluhan tahun. Sekarang, kota tersebut telah terjaga dengan ketat oleh tentara negara yang sedang dalam perang dengan milisi pemberontak.

Film ini mengikuti perjalanan beberapa warga sipil yang mempunyai tujuan berbeda-beda untuk mendatangi kota Sampar; bertemu dengan keluarga, berziarah, ataupun mengurus urusan pribadi. Apapun itu, mereka berharap ini akan menjadi perjalanan biasa ke daerah konflik. Tetapi, perjalanan tersebut menjadi momen penuh horor ketika bus dibajak oleh seorang pembawa pesan yang mempunyai misi untuk menyampaikan hal penting kepada Panglima Perang Samerka di Sampar. Kehadirannya membahayakan para penumpang karena ia diinginkan oleh kedua pihak, baik secara hidup maupun mati.

Ketakutan para warga semakin parah ketika bus diberhentikan oleh sebuah kelompok bandit yang siap untuk berperang. Hidup setiap orang dipertaruhkan dan tidak ada yang aman.

Alami sensasi dan teror bus malam pada tanggal 7 April 2019.

Terbang: Menembus Langit

Terbang: Menembus Langit merupakan sebuah film drama yang menceritakan kisah seorang keturunan Cina bernama Onggy. Meskipun Onggy lahir dan tumbuh besar dari sebuah keluarga sederhana, ia selalu berani untuk bermimpi besar, untuk dapat berjelajah keluar Kalimantan dan melihat dunia. Dengan restu dari keluarganya, Onggy pindah ke Surabaya untuk meneruskan kuliahnya. Dengan bekal nilai-nilai yang diajarkan oleh ayahnya, Onggy telah menjalani berbagai macam usaha, dari berjualan apel hingga kerupuk. Ia telah menghadapi banyak sekali tantangan, namun ia percaya bahwa hidup harus tetap terus berjalan.

Meskipun mereka belum pernah bertemu sebelumnya, seperti bukan kebetulan Onggy bertemu Candra di salon. Sejak saat itu, dia tahu bahwa dialah satu-satunya dan ia tidak menunggu lama untuk menikahinya.

Dengan Candra, Onggy tetap meraih mimpinya, mengatasi berbagai rintangan kehidupan yang dialaminya dan bertekad untuk menjadi pengusaha yang sukses di Singapura.

Ikutilah perjalanan Onggy yang sangat inspiratif pada tanggal 8 April 2019!

Ave Maryam

Pada tahun 1998, seseorang bernama Maryam yang terlahir dari keluarga Muslim, ditugaskan untuk mengurus rumah biarawati di daerah Ambarawa. Disana, ia bertemu dengan 7 pensiunan biarawati yang sedang dalam kondisi tidak terurus. Dengan segenap kemampuannya, Maryam mencoba untuk merawat para biarawati tua tersebut.

Maryam menghabiskan sebagian besar hari-harinya merawat para biarawati yang sudah tua, mulai dari menyiapkan mereka makanan hingga membersihkan gereja. Bahkan, ia seringkali terbangun ditengah malam oleh para biarawati yang memukulinya dengan sendok untuk meminta bantuan darinya.

Di tengah-tengah tugasnya, Maryam mengetahui bahwa gereja tersebut akan dipimpin oleh seorang pendeta baru, Pendeta Joseph. Pertemuan Maryam dengan sang Pendeta ternyata sangat mengesankan. Tidak butuh waktu yang lama untuk keduanya memulai hubungan yang lebih dalam.

Namun, hubungan antara Maryam dan Joseph telah menyulitkan tugas Maryam untuk mengurus para biarawati. Seringkali, Maryam pulang telat dan lupa untuk melakukan tugas-tugasnya. Hubungannya dengan Joseph telah membuat Maryam mempertanyakan komitmen dan loyalitasnya terhadap tugasnya.

Saksikan pengalaman drama antarbudaya pada tanggal 9 April 2019 di Indonesian Film Festival ke -14!

Turah

Film Turah mengungkapkan kehidupan para penduduk Kampung Tirang. Meski mempunyai jarak yang relatif cukup dekat dengan pusat Kota
Tegal, Tirang dianggap tertinggal dan cukup miskin. Kampung ini tidak mendapatkan listrik dan warga pun kesulitan untuk mendapat air bersih.

Dengan semua hal yang telah terjadi, konflik sosial pun timbul ketika Darso, seorang kuragan, mulai melakukan penipuan kepada para warga Kampung Tirang. Ia beralasan bahwa ia akan memberikan mereka “kehidupan”. Namun kenyataannya, ia hanya mempekerjakan mereka seperti budak dan membayarnya dengan upah yang kecil.

Selain itu, Pakel, seorang sarjana munafik dan licik yang berasal dari lingkaran sosial yang sama, meremehkan mentalitas Kampung Tirang dan memperburuk situasi dengan menggunakan tenaga kerja warga untuk keuntungannya sendiri. Namun di tengah-tengah kondisi kerentanan kampung tersebut, muncul dua sosok optimistis bernama Turah dan Jadag. Walaupun Jadag dikenal sebagai pemabuk, ia berani untuk melangkah melawan ketidakadilan tersebut. Turah dan Jadag memiliki kemauan untuk melawan rasa takut dalam diri mereka dan membantah narasi berbahaya ini yang mereka sebut ‘hidup’.

Warga Kampung Tirang pun mulai mendapatkan semangatnya kembali dan mulai memberanikan diri untuk melawan balik agar mereka tidak ditindas.

Simak perjuangan Turah dan Jadag dalam melawan ketidakadilan di Kampung Tirang pada tanggal 10 April 2019.