UTS-1-DEC18

Mahasiswa teknik Indonesia di jalan menuju kesuksesan akademis

Tiga mahasiswa dari Indonesia, termasuk mahasiswa teknik sipil Bonfilio Rafael Joeng, menerima hadiah setelah mencapai nilai tertinggi dalam program mereka di UTS Insearch di Sydney baru-baru ini.

UTS Insearch adalah jalur perguruan tinggi menuju UTS, universitas muda nomor 1 Australia yang telah mengadakan Upacara Kelulusan spesial dan Pemberian Hadiah untuk merayakan keunggulan akademik dari para mahasiswanya baru-baru ini.

Mahasiswa Indonesia – Bonfilio Joeng, Hansen Christian dan Verren Lo masing-masing mendapatkan Outstanding Graduate Awards. Penghargaan ini untuk mengakui para mahasiswa yang telah mencapai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dalam program mereka.

Dekan Studi untuk UTS Insearch, Tim Laurence mengatakan, “Pemenang hadiah mahasiswa Indonesia kami harus sangat bangga dengan prestasi mereka dan semoga sukses dalam studi mereka.”

“Setiap semester, kami memberikan penghargaan akademis untuk mengakui serta merayakan secara formal dan publik atas prestasi mahasiswa yang luar biasa. Ini adalah cara untuk menunjukkan komitmen dan keyakinan kami pada mahasiswa kami, dan untuk mendorong mereka untuk terus berhasil,” kata Laurence.

Bonfilio dari Kalimantan Barat memenangkan Outstanding Graduate Prize untuk Diploma Teknik, mengatakan bahwa belajar di UTS Insearch adalah pengalaman berharga yang mengajarkannya keterampilan yang relevan untuk karir masa depannya sebagai insinyur sipil.

UTS-2-DEC18

“Saya belajar banyak di kelas teknik saya karena gurunya menarik dan memberikan saran secara pribadi kepada mahasiswanya. Saya juga belajar kunci keterampilan yang akan saya butuhkan ketika saya mulai bekerja seperti alat apa yang diperlukan untuk membangun jembatan dan bahan apa yang masuk ke konstruksi bangunan,” kata Bonfilio.

“Ini adalah cita-cita saya untuk menjadi seorang insinyur sipil. Kampung halaman saya belum berkembang dengan baik, saya ingin membawa keterampilan masa depan saya dan menerapkan perubahan yang positif pada proyek-proyek pembangunan di masa depan.”

Bonfilio mengatakan dia akan menyarankan para mahasiswa Indonesia di masa depan yang ingin berhasil agar menambahkan 20 persen lebih banyak waktu belajar di atas beban studi minimum mereka dan fokus pada manajemen waktu mereka.

“Jumlah yang benar dari studi independen sangat penting. Ketika beban belajar minimum Anda di luar kelas adalah delapan jam per minggu, maka belajarlah 10 jam,” katanya.

“Kelola waktu Anda dengan baik karena kadang-kadang Anda mungkin akan bekerja dan perlu mengerjakan tugas, pekerjaan rumah, dan presentasi kelompok agar berhasil.”