ICON-1

ICON 2018

Setelah sukses dengan penyelenggaraan pertamanya, Indonesian Ideas Conference atau ICON 2018 kembali hadir memberikan inspirasi kepada masyarakat Indonesia di Sydney pada hari Sabtu 19 Mei kemarin, di Science Theatre, University of New South Wales. Acara yang dipersembahkan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia University of New South Wales (PPIA UNSW) mengangkat tema “REBOOT: CTRL+ALT+DEL”. Tema tersebut terbagi menjadi 3 segmentasi sebagai berikut;

  • Control (Ctrl)   Rencanakan masa depanmu dan kembangkan ide-idemu.
  • Alter (Alt)         Ubah perspektifmu untuk mewujudkan impianmu.
  • Delete (Del)    – Hapus semua rasa takut dan keraguanmu, dan lakukan aksi nyata!

Dengan tema tersebut, ICON 2018 berharap dapat memotivasi komunitas Indonesia dalam bermimpi, berinovasi, dan mengembangkan potensi dalam diri mereka di setiap peluang yang ada. Acara yang dimulai dari pukul 15.30 sampai pukul 21.30 AEST ini dipenuhi lebih dari 500 peserta conference. Terlihat jelas antusiasme para peserta dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan dan banyaknya canda tawa antara peserta dan pembicara. Tak hanya dalam sesi tanya-jawab, para peserta juga turut berperan aktif dalam mengikuti sesi permainan untuk mendapatkan hadiah special dari ICON 2018. “Acara ICON 2018 menurut saya mengangkat tema yang out of the box dan sangat cocok bagi penonton, apalagi bagi para mahasiswa yang sering dipenuhi rasa takut untuk berinovasi dan bingung tentang masa depannya,” ujar Prishilla, salah satu penonton ICON 2018.

 

ICON-4

 

Rangkaian seminar yang memakan waktu hampir enam jam ini diawali dengan penampilan dari Dance Society UNSW dan dilanjutkan dengan penampilan yang menyuguhkan suara merdu dari Grace & The Band. Acara yang dimeriahkan oleh pembicara-pembicara ternama dari Indonesia yang sudah memiliki pengalaman tinggi dalam bidang creative business, media hiburan, aktivis, ataupun dalam dunia jurnalis ini akhirnya dimulai dengan Arnold Poernomo (Chef and Owner of KOI Dessert Bar & Monkey’s Corner by Poernomo Brothers) dan William Tanuwijaya (CEO & Co-Founder Tokopedia). Sesi pertama yang berlangsung selama satu jam dipenuhi dengan cerita pengamalan mereka dalam berjuang mencapai mimpi yang terlihat impossible untuk dicapai, namun dengan positive thinking dan mindset pantang menyerah semua itu dapat terwujud. Banyaknya rasa penasaran dari peserta dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada mereka pada saat sesi tanya-jawab. Sebelum melanjutkan pada sesi kedua, sesi istirahatpun diberikan pada pukul lima sore untuk memberikan kesempatan bagi para peserta yang ingin berbuka puasa ataupun menyantap makan malam. Tahun ini, ICON 2018 menyuguhkan food stall makanan Indonesia yang lezat mulai dari gorengan, kolak, hingga nasi padang. Sesi keduapun dimulai dengan Faye Simanjuntak (Co-founder of Rumah Faye & Anti-child sexual abuse Advocate) yang sangat membara memberikan semangat para para komunitas Indonesia, khususnya para anak muda untuk selalu mempunyai keinginan merubah dunia menjadi lebih baik yang dimulai dari diri sendiri. “Banyak orang yang mengeluh kepada pemerintah untuk adanya perubahan di Indoneisa. Namun, mengapa kita tidak memulainya dari diri sendiri?” Ujar Faye sangat bersemangat. Tak hanya itu, adapula Putra Nababan (Senior Journalist & founder of IDTalent) yang mengingatkan para peserta bahwa tidak ada jalan pintas dalam kesuksesan. Beliau percaya bahwa kesuksesan dapat dicapai ketika kita sudah menjalani semua proses, dari paling anak tangga paling bawah sampai teratas. Rangkaian pembicara ditutup pada sesi ketiga oleh Chelsea Islan (Award-winning Indonesian Actress & Co-founder of Youth of Indonesia). Di sini, Chelsea memaparkan usaha dan keinginannya dalam mewujudkan impiannya yaitu memberi ruang bagi para anak muda Indonesia dalam mengeskpresikan dirinya di bidang seni teater. Para pembicara berhasil membuat para peserta terpukau dengan mindset serta usaha yang mereka lakukan demi mencapai impian mereka yang terlihat mustahil, dan kerap kali mereka menyisipkan candaan yang membuat conference ini tidak begitu kaku sehingga dapat dinikmati oleh penonton.

 

ICON-2

 

Di luar itu, ada bagian menarik dari acara ICON 2018 yaitu special performance dalam rupa flashmob dari panitia ICON 2018. Hal ini dipersembahkan untuk penonton sebagai ungkapan terima kasih telah datang dan berpatisipasi dalam acara ini. Untuk menutup rangkaian acara, ICON 2018 mempersembahkan penyanyi muda bertalenta bernama Jaz sebagai special performance dikenal dengan lagu Dari Mata, Kasmaran, dan Teman Bahagia. Jaz berhasil menghibur dan membuat luluh hati para peserta dengan suara merdunya selama acara penutupan. Hal ini terlihat jelas dalam jeritan dan sing along dari para peserta yang berlangsung ketika Jaz melantunkan beberapa lagu hitsnya.

 

ICON-3

 

Tidak hanya sekadar untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat Indonesia di Australia, ICON 2018 juga turut memberikan bantuan tangan kepada adik-adik di Indonesia yang berkekurangan. Kami akan menyumbangkan seluruh keuntungan dari acara ICON 2018 kepada Yayasan Tangan Pengharapan yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Yayasan Tangan Pengharapan atau “The Hands of Hope Foundation” merupakan yayasan yang berfokus dalam memberi bantuan berupa makanan, program kesehatan, dan pendidikan gratis kepada anak-anak yang berkekurangan, terutama di daerah pedalaman Indonesia.

Itulah keseruan ICON 2018! Untuk mengetahui lebih lanjut acara ICON 2018, kunjungi halaman facebook page ICON 2018, Instagram (@ICON_2018), dan juga website kami (ppia-unsw.org/icon). Jika anda belum berkesempatan untuk datang ke acara ICON 2018, tunggu kami di ICON 2019 and be READY to REBOOT!

 

ICON-5