PIC1

Ariy Arka – Fashion Designer

Berjuang Mengangkat Busana Indonesia ke Kancah Global

Ariy Arka menjadi salah satu desainer muda Tanah Air yang mendapat kehormatan untuk menampilkan karyanya di ajang Indonesia Beautiful di Little Bay, Australia. Sebelumnya, pria kelahiran Medan, Sumatera ini juga memukau para pecinta fashion di Indonesia Fashion Week 2017, dengan memamerkan desain etnik modern. Ariy, sapaan akrabnya, tampil berbeda dengan memperlihatkan koleksi busana pria berhiaskan bordir dalam gaya masa kini.

PIC2

Ariy memanfaatkan bordir hampir di setiap bagian busana secara maksimal, mulai dari lengan, pipa celana, saku blazer hingga jaket. Ya, Ariy memang dikenal sebagai perancang busana yang kerap bereksperimen lewat keragaman tekstil khas Indonesia. Bagaimana Ariy meniti karier sebagai desainer hingga sukses memukau Indonesia dan bahkan dunia? Yuk, simak bincang-bincang hangat Buletin Indonesia bersama Ariy Arka.

PIC3

Mengapa Anda memilih untuk menjadi seorang desainer?

Berawal dari hobi dan semuanya dijalanin aja sendiri. Lalu, ketika aku mengenakan pakaian, banyak orang yang bertanya, “Ariy buat di mana?” Aku bilang buat sendiri. Dari situ langsung berpikir kenapa tidak dijadikan ladang bisnis saja. Pada 2011, aku langsung membuat beberapa pakaian jadi dan dijual ke beberapa teman. Ya, dari situlah awal mulanya aku menjadi seorang perancang busana.

Let it flow, tidak ada unsur disengaja, yang mana semuanya jalan dengan sendirinya. Aku tidak pernah meminta jadi desainer. Ini adalah titipan Tuhan, jadi semuanya dijalanin dengan apa adanya. Alhamdullilah bisa bertahan sampai sekarang, itu suatu hal yang sangat luar biasa.

Apa spirit yang ingin Anda sampaikan dari setiap rancangan Anda?

Untuk spirit-nya, dari awal aku menjadi seorang desainer, garis desainnya memang anak muda. Mengubah mindset anak muda untuk mencintai produk-produk Indonesia itu memang sangat susah. Sama pada saat ingin mengubah mindset batik menjadi suatu pakaian yang easy to wear dan comfort. Itu sangat sulit! Nah, akhirnya aku memulai untuk membuat garis rancangan yang benar-benar bisa disukai anak muda dengan gaya yang lebih spirit, cheerful, terus lebih playful dan banyak bermain di aksen-aksen warna.

Bagaimana tanah kelahiran memengaruhi cara Anda mendesain?

Kebetulan aku lahir di Medan dan pada dasarnya aku juga suka dengan desain interior. Jadi, memang garis desain saya itu lebih banyak ke gaya-gaya yang minimalis, tetapi lebih tegas sesuai dengan karakter orang Medan.

Belum lama ini Anda berkolaborasi dengan desainer Australia di ajang IndonesiaBeautiful. Bisa jelaskan, apa tema yang Anda suguhkan dalam gelaran tersebut?

Untuk pagelaran di Australia kemarin, judul show-nya “Lirik Lurik”. Di luar negeri sudah banyak yang mengenal batik, sehingga aku lebih ingin mengeksplorasi lurik Indonesia dengan style dan warna yang benar-benar “Ariy Arka banget”. Lurik juga salah satu kain khas Indonesia yang harus dilirik. Lurik punya potensi yang sangat besar, potensi yang bisa masuk ke industri ready to wear dengan baik. Makanya, dari situ aku berpikir mengkombinasikan tenun gedok Lombok dengan lurik. Itu sesuatu hal yang menarik.

PIC4

Sebagai seorang desainer, Anda terlibat langsung dalam penciptaan fashion. Apakah hal itu memengaruhi gaya pakaian Anda sehari-hari?

Tidak, karena Ariy Arka adalah tetap Ariy Arka. Jadi, gaya aku sehari-hari adalah gaya aku. Garis rancangan aku adalah aplikasi dari bentuk keseharian aku. Kalau dilihat aku suka pakai outer atau jaket, dan memang beberapa desain baju aku lebih mendominasi gaya outer, jacket serta kemeja yang asimetris, cheerful, dan playful. Pokoknya benar-benar anak muda supaya lebih kelihatan tampil beda dan semuanya itu di-package dengan beberapa signature style aku. Salah satunya adalah teknik sulam tangan dengan motif yang bervariatif.

Tantangan terberat yang saat ini Anda hadapi di industri fashion?

Tantangan terberat saat ini sebenarnya banyak sekali. Selain sumber daya manusia di dalam pekerjaan, salah satu tantangan terberat di industri fashion adalah era globalisasi. Tapi di situ aku semakin terpicu untuk membuat sesuatu hal yang baik dan lebih baik lagi karena memang pesaingnya semakin berat. At least, aku harus buat semuanya lebih baik lagi agar bisa bersaing di pasar internasional.

Hal yang hingga saat ini belum Anda raih?

Masing-masing desainer pasti punya cita-cita yang cukup besar untuk brand-nya. Aku sendiri ingin mempunyai brand international yang bisa disukai khalayak ramai dan tetap terus mengeksplor keragaman Indonesia ke kanca international.

Rencana Anda ke depan?

Ke depan mungkin akan mengikuti beberapa pagelaran international dan fashion week. Lalu ingin punya tambahan counter, workshop, dan boutique yang bisa membuat aku lebih dicintai dan semakin dikenal masyarakat luas.

Isk

PIC6